Data

IASC 2026: 702 Ribu Laporan Scam, 702 Ribu Rekening Diblokir, dan Rp811,1 Miliar Dana Ditahan

Data OJK sampai 30 September 2026 menunjukkan skala laporan penipuan transaksi keuangan yang ditangani Indonesia Anti-Scam Centre.

Redaksi Violet JournalsDiperbarui 16 Oktober 20267 menit baca
IASC 2026: 702 Ribu Laporan Scam, 702 Ribu Rekening Diblokir, dan Rp811,1 Miliar Dana Ditahan
Ringkasan cepat
  • IASC menerima 702.342 laporan sampai 30 September 2026.
  • Sebanyak 1.372.483 rekening dilaporkan dan terverifikasi; 702.833 telah diblokir.
  • Dana korban yang telah diblokir tercatat Rp811,1 miliar.

Angka utama sampai September 2026

702.342laporan
1.372.483rekening terverifikasi
702.833rekening diblokir
Rp811,1 miliardana diblokir

OJK melaporkan angka tersebut untuk periode sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 sampai 30 September 2026.

Apa yang sebenarnya dilakukan IASC

IASC merupakan forum koordinasi terpusat yang dipimpin OJK melalui Satgas PASTI. Laporan korban diteruskan secara digital kepada lembaga keuangan terkait seperti bank dan penyedia sistem pembayaran agar dapat ditindaklanjuti.

Jika baru saja tertipu

Portal IASC meminta korban segera mengajukan laporan untuk penanganan finansial dan membuat laporan kepada penegak hukum. Bukti transfer, rekening tujuan, nomor telepon, dan percakapan perlu disimpan karena menjadi bagian dari informasi laporan.

Cara membaca statistik ini

Jumlah rekening lebih besar daripada jumlah laporan karena satu laporan dapat berkaitan dengan lebih dari satu rekening. Demikian pula jumlah rekening diblokir tidak sama dengan jumlah pelaku. Angka perlu dibaca sesuai definisinya, bukan dijumlahkan sebagai satu total korban.

Sumber utama

Sumber diperiksa pada 16 Oktober 2026. Ringkasan dan interpretasi ditulis oleh Redaksi Violet Journals.

Catatan editorial

Violet Journals membedakan data resmi, istilah komunitas, dan interpretasi. Jika sebuah angka berasal dari regulator atau publikasi tertentu, sumber dan tanggalnya dicantumkan agar dapat diperiksa ulang.